Laman

Monday, 22 August 2011

makalah tentang novel dari segi lafal, intonasi dan penghayatan

MENGAPRESIASI NOVEL
MAKALAH

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 2
KELAS XII IPA 1
EKAWATI ZAINUDDIN
FATHUR RAHMAN
IRMAYANTI IBRAHIM
ISFAWATI
FRANSISKA

SMA NEGERI 2 BANTAENG
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BANTAENG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syujur kita panjatkan Kehadirat Tuhan Yang MahaEsa karena atas rahmat dan karunia-NyaLah sehingga makalah yang berjudul tentang mengapresiasi novel dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu diajukan sebagai tugas bahasa indonesia yang diberikan kepada penulis.
Makalah ini berisi tentang mengapresiasi pembacaan novel yaitu dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan.
Penulis sangat berterima kasih kepada guru pembimbing kami selaku guru bidang studi bahasa indonesia yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis serta kepada teman-teman yang telah banyak membantu dari awal hingga akhir sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Akhir kata, tak ada gading yang tak retak, begitupun juga dengan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari setiap pembaca, demi penyempurnaan penulisan makalah selanjutnya.
Bantaeng, 11 agustus 2011

Penulis





DAFTAR ISI

Sampul Depan
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi.
BAB. 1 Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
BAB. 2 Pembahasan
A. Pengertian Novel
B. Cara Membaca Novel dari Segi Vokal, Intonasi, dan Penghayatan.
BAB. 3 Penutup
A. Simpulan
B. Saran
Daftar Pustaka.









BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan tokoh dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat tokoh. Novel memilki dua unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik merupakan unsur-unsur yang selalu ada dalam prosa. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang ada di dalam tubuh prosa itu sendiri. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur pembangun di luar karya sastra. Unsur intrinsik terdiri dari tema, latar, pesan, penokohan, sudut pandang, dan alur. Sedangkan unsur ekstrinsik terdiri dari latar belakang novel atau karya sastra itu diciptakan.
Kita sering membaca berbagai novel, tetapi, kita terkadang tidak memerhatikan pembacaan novel yang tepat yaitu dari segi vokal, intonasi dan penghayatan. Dimana vokal kita pada saat membaca novel harus tepat, intonasi yang tepat serta penghayatan dalam membaca novel. Hal itu harus diperhatikan, agar cara pembacaan novel kita lebih bagus serta dengan mudah dapat dimaknai isinya.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimanakah cara membaca novel dari segi vokal, intonasi dan penghayatan?
b. Apakah dalam membaca novel harus memperhatikan segi vokal, intonasi, dan penghayatan?
C. Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui cara membaca novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan
b. Untuk mengetahui bahwa dalam membaca novel harus memperhatikan segi vokal, intonasi, dan penghayatan.
D. Manfaat Penulisan
a. Memberikan informasi tentang cara membaca novel yang baik yaitu dari segi vokal, intonasi,dan penghayatan.
b. Memberikan kemudahan dalam membaca novel dengan baik dan tepat
c. Sebagai referensi dalam penulisan selanjutnya.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian Novel
Novel adalah karangan prosa panjang yang menceritakan beberapa tokoh dan watak. boleh dikatakan ”hampir” kebalikan dari cerpen. Novel jelas lebih panjang daripada
cerpen bahkan bisa jauh lebih panjang. Beberapa ciri-cirinya, antara lain,
1. pada umumnya ceritanya panjang;
2. bisa melibatkan tokoh dengan jumlah (sangat) banyak;
3. isi cerita leluasa, bahkan bisa berkembang ke mana-mana;
4. konflik atau permasalahan yang diungkap bisa lebih dari satu;
5. alur atau plotnya renggang sehingga sangat terbuka peluang untuk berkembang atau
bermunculan alur baru;
6. sangat dimungkinkan tokoh (utama) mengalami perubahan nasib.
B. Cara Membaca Novel dari Segi Vokal, Intonasi, dan Penghayatan.
Sebagaimana puisi, cerpen atau (penggalan) novel juga dapat dinikmati lewat pembacaan.
Untuk mendapatkan pembacaan yang indah, diperlukan beberapa ”syarat”, yaitu
1. vokal atau ucapan, baik volume suara memadai, ejaan yang jelas dan tegas, serta
pengucapan lancar/tidak banyak tersendat atau keliru;
2. intonasi (lagu kalimat) yang baik dan tidak monoton (nada, tekanan, tempo, dan jeda
terkoordinasi dengan cermat);
3. penghayatan atau penjiwaan terhadap isi cerita yang tepat sehingga seolah-olah benar-benar
mengalami. Penghayatan terhadap isi diekspresikan lewat mimik (perubahan raut
muka), gestur (pergerakan anggota tubuh) yang mendukung, vokal, dan intonasi.
Ketiga syarat tersebut harus dipenuhi agar pada saat membacakan novel mendapatkan hasil yang baik, yang dapat memberikan kesan yang bagus pada cerita yang terdapat dalam novel.
BAB 3
PENUTUP
A. Simpulan
a. Cara membacakan novel harus memperhatikan beberapa tiga syarat yaitu
1. vokal atau ucapan, baik volume suara memadai, ejaan yang jelas dan tegas, serta
pengucapan lancar/tidak banyak tersendat atau keliru;
2. intonasi (lagu kalimat) yang baik dan tidak monoton (nada, tekanan, tempo, dan jeda terkoordinasi dengan cermat)
3. penghayatan atau penjiwaan terhadap isi cerita yang tepat sehingga seolah-olah benar-benar mengalami. Penghayatan isi diekspresikan lewat mimik (perubahan raut muka).
b. Didalam membacakan novel harus memperhatikan vokal, intonasi, dan penghayatan agar memberikan kesan yang bagus dan dengan mudah dapat dipahami maksud yang diceritakan dalam novel.

B. Saran
Penulis mengharapkan agar proses membaca novel lebih ditingkatkan lagi khususnya para pelajar dengan memperhatikan syarat-syarat pembacaan novel agar pada saat membaca novel memberikan hasil yang bagus.






DAFTAR PUSTAKA
Setiyono, Agus. 2009. Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia: Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Marsudi, Demas. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia 3. Surakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

No comments:

Post a Comment